Tampilkan postingan dengan label Jogja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jogja. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Februari 2009

Candi Plaosan 26 Des 2008

Candi Plaosan terletak di belakang kompleks Candi Prambanan. Candi ini cukup besar dan terdiri dari 2 (dua) kompleks candi yaitu Candi Plaosan Lor dan Plaosan Kidul. Jika Candi Prambanan dan Borobudur adalah tempat peribadatan, maka Candi Plaosan Lor selain sebagai tempat ibadat juga merupakan tempat tinggal Biksu dan Biksuni Budha dimasa lalu.

Karena juga digunakan sebagai tempat tinggal, maka Candi Plaosan Lor memiliki langit-langit yang tinggi karena dulu terdiri dari 2 lantai. Lantai kedua digunakan sebagai tempat penyimpanan alat ibadah. Meski saat ini yang tersisa sebagian besar reruntuhan, namun masih bisa dibayangkan kondisi saat candi ini masih digunakan sebagai tempat tinggal para biksu.

Sedangkan Candi Plaosan kidul terletak 50 m dari Candi Plaosan Lor. Terdiri dari 3 candi kecil yang dulu digunakan sebagai tempat ibadah.

Nah.. ini beberapa foto Candi Plaosan Lor dan Kidul, diawali dengan Candi Plaosan Lor yang lebih besar kompleksnya.

Candi Plaosan Lor terdiri dari 2 Candi Utama, yaitu satu untuk Biksu dan satu untuk Biksuni. Kedua candi utama ini dikelilingi oleh candi-candi kecil yang membentuk pagar segi empat.





Inilah beberapa relief yang ada di candi Plaosan Lor :



Sedangkan gambar ini adalah sisa tangga menuju lantai 2. Lantai 2 dulu terbuat dari kayu dan saat ini sudah tak ada.

Kalo ini beberapa candi/stupa kecil yang mengelilingi candi utama :



Nah...kalo ada patung ini, pasti yakin kan kalo ini candi budha :)


Ini katanya relief dari permaisuri raja yang berkuasa saat itu.


Kalau berikut ini adalah gambar Candi Plaosan Kidul

Sabtu, 31 Januari 2009

Sunset di Ratu Boko (26 Des 2008)

Candi Ratu Boko terletak masih di seputaran Candi Prambanan. Tepatnya sekitar 20 menit naik mobil dari Prambanan. Berbeda dengan candi yang umumnya adalah tempat ibadat agama Hindu/Budha, Candi Ratu Boko ini merupakan situs bekas istana/kraton. Bangunan yang tersisa memang tidak banyak seperti gerbang Istana, pondasi bangunan dan bekas kolam keputren.
Namun reruntuhan yang ada sudah cukup untuk membangkitkan imajinasi kita akan kejayaan istana ini di masa lalu. Konon pada jaman dahulu kala, dari bukit ini bisa menatap ke prambanan dan Borobudur. Kalo sekarang sih, cuma bisa menatap prambanan saja.

Tiket masuk Rp. 12.500/orang memang cukup mahal, tapi sungguh sepadan dengan pemandangan yang didapat. Sekedar saran, jangan datang kesini siang-siang karena panasnya cukup membakar. Sebaiknya datang sore hari saat hari cukup teduh, sekalian melihat sunset yang keren dari tempat ini.

Nah.. ini beberapa foto situs Ratu Boko :

Ini adalah Gerbang Situs Ratu Boko




Ini masih Gerbangnya




Ini adalah salah satu sudut pagar yang mengelilingi bangunan dalam situs Ratu Boko



Ini kolam di komplek keputren. Dulu Tempat mandi putri raja, sekarang buat mancing :)






Ini view yang ada di situs..


keasikan maen, sampai lupa ngeliat sunset.. jadi yah.. seadanya deh...


Review Hotel Cristalit Yogya (25-27 Des 2008)



Nama hotel ini muncul saat gw mencari hotel buat menginap di Yogya periode akhir desember 2008. Kontak pertama lewat email, lalu dilanjutkan melalui telpon. Konfirmasi yang didapat karena saat saya menginap termasuk peak season, maka rate yang saya dapat adalah Rp. 250.000/malam.
Hotel ini terletak di Jl. Prawirotaman II. Kalau dari malioboro naik becak atau naik taxi tarifnya sekitar 15rb. Tapi meski jauh dari malioboro, tidak jadi masalah karena di kawasan prawirotaman sendiri banyak toko-toko yang menarik.

Walaupun sudah lihat fotonya di Internet, tetap saja gw agak surprise saat sampai di hotel ini. Hotelnya tidak terlalu luas, kamarnya paling cuma belasan, namun dilengkapi dengan kolam renang kecil yang lumayan lah buat berendam siang-siang.

Kamarnya sendiri ber AC, TV, air panas/dingin. Ukuran kamar cukup luas untuk ditambah 1 extra bed. Kondisi kamar cukup bersih dan AC menyala 24 jam.

Harga kamar sudah termasuk breakfast. Breakfast disajikan di teras yang berbatasan dengan kolam renang. Sarapan yang ditawarkan nasi goreng atau indomie telor. Rasanya ya standar lah.

Extra poin buat hotel ini adalah servicenya yang OK banget. Staf yang ada sangat ramah dan helpfull. Singkatnya, menginap disini sangat menyenangkan. Recommended banget deh!

Nah.. ini ada beberapa foto hotel ini :



Kamis, 31 Juli 2008

Jalan-Jalan dengan Busway Yogya

Akhir Juni 2008 yang lalu, gw ke Yogya with my best friend Wasis. Because she live in Surabaya and I live in Jkt, so kami janjian buat ketemuan di Yogya langsung. Wasis sudah tiba di Jogja sejak jam 1 siang, sementara gw baru nyampe jam 9 malam. Kami menginap di Hotel Monica, sebuah hotel melati di Jalan Sosrowijayan. Dengan harga Rp. 155.000, kami mendapatkan kamar ber-AC dengan kamar mandi dalam dan TV.

Besok paginya jam 8 gw ama Wasis keluar hotel. Tujuan utamanya sih cari sarapan. Setelah jalan sepanjang Malioboro, akhirnya kami sarapan nasi pecel di depan pasar Beringharjo. Selesai makan, kami masuk ke pasar Beringharjo untuk membeli krupuk mentah yang yummy. Lokasinya di belakang bagian pasar yang berjualan batik. Gw beli pesanan nyokap gw yaitu kerupuk puli dan kerupuk jagung, sementara Wasis selain beli kerupuk jagung juga beli kerupuk kulit buat krecek yang kata penjualnya “ ga bakalan deh ketemu krupuk kulit yang seenak ini di bikin krecek kalo di Surabaya”.
Usai belanja krupuk di Beringharjo, kami lanjut belanja batik dan coklat monggo di Mirota. Coklat ini adalah coklat favorit gw, rasanya enak banget apalagi yang rasa caramel. Setelah itu, dengan naik becak kami lanjut beli oleh-oleh lagi di Bakpia 75, lalu kembali ke hotel buat naruh barang-barang.
Setelah istirahat sebentar, gw and Wasis memutuskan untuk jalan-jalan naik TransJogya. Di sepanjang Malioboro ada 2 halte Transjogya yaitu di depan hotel Inna Garuda dan di depan Malioboro Mall. Kami start dari halte di depan Malioboro Mall. Setelah liat peta rute TransYogya, ternyata ada rute yang ke Prambanan dan KotaGede. Secara waktu itu Prambanan belum dibuka untuk umum, maka akhirnya kami memutuskan ke KotaGede. Menurut petugas TransYogya yang ramah, busway yang ke KotaGede ada 2 rute, yaitu yang lewat depan Tom Silver (Jl. Raya Solo) dan lewat HS Silver. Kami memutuskan pilih busway yang lewat HS Silver.

Busway di Yogya lebih kecil daripada yang di Jakarta, mirip metromini tapi ber-AC dan senyaman busway Jakarta. Bedanya kalo di Jakarta, announcement “ Next Destination, Saaarinah. Cek your belonging and step carefully” diumumkan lewat recording, maka kalo di Jogya, kenek busway yang akan mengumumkan nama halte berikutnya. So, harap maklum kalo “melody”nya tergantung “jiwa seni” sang kenek hehe… Selain itu, jarak antar halte di TransYogya sangat jauh dan banyak yang pulang pergi tidak lewat jalur yang sama. Artinya berangkatnya lewat Jalan A, pulangnya lewat jalan B. Jadi kalo kelewatan turun, ya udah…. Bakalan cape deh kalo maksa jalan kaki ke halte sebelumnya.

Balik lagi ke perjalanan gw, Malioboro – Kotagede ditempuh dengan waktu 30 menit. Halte Kotagede terletak di depan Narti Silver. Sebelum mulai muter Kotagede, gw and Wasis mutusin lunch dulu di Resto Sekar Kedaton, yang letaknya tak jauh dari halte busway. Gw pesan Iga brongkos and Wasin pesen Gurame goreng. Porsinya, saudara-saudara, ternyata guedeee banget. Walhasil gw and Wasis keluar restoran dengan perut kekenyangan. Restoran Sekar Kedaton ini sangat recommended. Tempatnya cozy, rasa makanan enak, servisnya asik and gw dapet diskon 50% karena pake Kartu Kredit Mandiri.

Sehabis makan, gw and Wasis lalu charter becak buat keliling Kotagede. Kami mampir ke makam Panembahan Senopati dan melihat-lihat bangunan tua yang ada di kotagede. Setelah itu kami kembali ke halte busway untuk pulang ke Malioboro.

Ternyata perjalanan pulang ini harus ditempuh dengan ganti busway di Halte Bandara Adisucipto. Letak terminal busway Adisucipto persis di depan bandara. Sempat kepikir, lain kali kalo ke Jogja naek pesawat ga perlu naik taxi dari bandara ke hotel di Malioboro, cukup naek busway aja, murah and nyaman (Cuma Rp. 3.000). Kami antri sekitar 5 menit, sebelum bisa mendapat busway ke Malioboro. Perjalanan pulang ini juga kurang lebih 30 menit.

Sesampai di hotel, hari sudah menjelang magrib. Gw and Wasis istirahat bentar, lalu lanjut ke Malioboro mall untuk dinner di Pizza hut. Sehabis makan, kami balik lagi ke hotel untuk istirahat karena gw musti berangkat ke bandara besok jam 4 pagi.

Besoknya jam 4 pagi, gw berangkat ke bandara naik taxi yang sudah disiapkan hotel. Pesawat Mandala yang gw tumpangi berangkat jam 6 pagi, dan jam 6.40 WIB gw udah tiba di Jakarta lagi.

Place of Interest
Hotel Monica ***
TransYogya ***
Sekar Kedaton ****
Makam Panembahan Senopati ***
Wisata Kota di KotaGede ***

*. Not Recommended
**. Average
***. Recommended
**** Very Recommended

Selasa, 27 Mei 2008

Jogja 8 - 10 Desember 2007

Gw mo cerita perjalanan gw ke yogya tanggal 8 – 10 Desember 2007 yang lalu. Gw berangkat bareng nyokap gw, temen gw maudy dan nyokapnya.
Perjalanan diawali tanggal 8 Desember 2007. Pada pagi yang cerah itu, Kami bertiga (minus Maudy yang masih harus kerja dulu) berangkat naik Mandala jam 9 pagi dari bandara Cengkareng. Perjalanan berlangsung lancar, jam 10.30 kami sudah tiba di yogya.
Setelah mengumpulkan barang-barang, kami lalu naik taxi bandara ke hotel Ibis di kawasan Malioboro. Setelah check in dan istirahat sebentar, lalu kami carter becak untuk makan siang di Gadri Restoran dekat keraton Yogya. Rasa makanannya sih standar, tapi kue yang dijual di toko kue Joy di komplek restoran Gadri, rasanya enak banget!.
Dari Gadri Resto, kami lalu menuju ke Taman Sari. Meski air kolamnya hijau, tapi kemegahan water castle itu masih terlihat indah. Terbayang bagaimana dulu sultan menuju sana dengan naik perahu, pasti megah sekali.
Sehabis Taman Sari, kami diajak tukang becak ke toko batik Rumahku di Jl. Nogosari. Toko batik ini berbentuk rumah biasa, kecil aja, tapi koleksinya bagus-bagus banget. Harganya sih emang agak mahal, tapi masih terjangkaulah. Tentu saja gw shopping disana.. :)
Dari toko batik itu, kami balik lagi ke hotel buat istirahat sore. Gw ama nyokap nyempetin buat berenang di hotel. Kolam renangnya emang ga besar sih, tapi lumayan enak karena ga ramai.
Jam 7 malem, kami keluar lagi buat makan malam. Karena Tante (nyokap maudy) pengen banget makan gudeg, maka kami coba gudeg lesehan yang ada di depan toko furniture antik Mirota. That’s delicious!. Abis makan malam balik ke hotel buat nunggu maudy datang.
Jam 8 malam Maudy tiba di hotel. Gw nemenin maudy dinner, setelah pilih-pilih tempat… akhirnya…. Makan di Bakso 77 (ha?? Jauh-jauh ke jogja Cuma ke baso 77? Yap… betul…). Kita makan sambil bikin rencana buat besok.
Minggu pagi, gw berenang dulu sebelum sarapan. Kami berempat sarapan jam 8 pagi sambil nunggu mobil sewaan datang. Jam 9.45 WIB, mobil sewaan tersebut datang lengkap dengan 1 supir dan 1 guide. Sesuai rencana, kami langsung berangkat ke tujuan pertama, Kaliurang.
Sesampai di kaliurang, cuaca mendung. Kami turun sebentar makan sate kelinci dan minum “teh sampah”. Teh sampah ini terdiri dari batang teh dan beberapa pucuk kuntum melati. Karena hanya terdiri dari sisa-sisa teh, makanya dinamakan teh sampah. Rasanya lumayan lah…
Dari Kaliurng, kami lunch ke restoran Rumah Mertua di belakang hotel Hyatt. Risjtafelnya enak banget.
Selesai makan kami menuju ke wisata argo salak pondoh di kawasan Turi Sleman. Sayang sesampainya disana hujan turun dengan derasnya, so batal deh jalan-jalan ke kebun salak. Kami lalu memutuskan ke kotagede buat lihat-lihat perak. Namun…. Hiks….. ternyata tokonya sudah tutup. Karena hari sudah sore, dan cuaca juga hujan, akhirnya kami memutuskan kembali ke Yogya.
Sampai Yogya, kami mampir dulu beli gudeg Bu Slamet di Wijilan dan ke tempat oleh-oleh favorit gw, yaitu Bakpia 25. Setelah itu kami kembali ke hotel dengan berbagai oleh-oleh..
Setelah istirahat, jam 7 malam kami carter becak untuk pergi makan malam ke Bale Raos. Restoran ini letaknya di kompleks keraton. Restorannya kecil aja tapi cozy abizzz dan makanannya uenaaaakkkk banget! Very recommended deh…..
Pulang dari Bale Raos, dengan perut kenyang dan rasa puas, kami kembali ke hotel buat istirahat.
Senin pagi tanggal 10 Desember 2007, sementara Maudy pijat, gw dan nyokap pergi belanja ke pasar Beringharjo. Diantara berbagai batik, entah kenapa nyokap kok tertariknya dengan berbagai kerupuk yang ada disana. Jadilah oleh-oleh bertambah lagi dengan 1 kotak kerupuk. Dari pasar Beringharjo, kami balik ke hotel buat sarapan. Setelah sarapan yang puas, kami berempat carter becak lagi buat ke Mirota belanja batik.
Balik lagi ke hotel jam 11.30 WIB, kami lalu siap-siap checkout. Jam 12.15 WIB kami diantar mobil hotel ke airport buat naik garuda jam 13.45 WIB.
Sekitar pukul 13.15 WIB hujan deras dan angin kencang menerpa bandara Adi Sutjipto. Akibatnya pesaway di delay. Melihat kencangnya angin, baru sekali ini gw lega banget karena pesawat didelay. Pesawat akhirnya berangkat jam 14.30 WIB dan tiba di Jakarta jam 15.30 WIB.
Puas banget deh wisata kali ini..